MANAJEMEN SISTEM INFORMASI
PENGERTIAN MANAJEMEN INFORMASI
Manajemen
informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari,
menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait
dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan
dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
Sistem
·
Sistem adalah suatu cara yg ditetapkan
sebelumnya utk menjalankan suatu aktivitas atau seperangkat aktivitas yg
biasanya dilakukan secara berulangkali
·
Karakteristik Sistem:
o Ritmik
o Terkoordinasi
o Untuk mencapai tujuan tertentu
·
Banyak tindakan mgt yang tidak
sistematik (pertimbangan terbaik)
o Jika seluruh sistem menjamin tindakan yang benar à tidak diperlukan manajer
manusia
Sistem
Informasi Manajemen
sebuah
sistem yang menyangkut metoda dan upaya terorganisasi dalam melakukan fungsi
pengumpulan data (baik data-dataa dari dalam dan luar perusahaan) serta dengan
menggunakan komputer data-data yang telah dikumpulkan tadi diproses untuk
menghasilkan dan menyajikan informasi yang terkini, akurat dan cepat bagi para
pengambil keputusan manajemen.
Komponen
dalam Sistem Informasi Manajemen
·
sistem pemrosesan data (data processing system)
·
sistem pelaporan manajemen (management reporting system)
·
sistem pendukung keputusan (decision support system)
·
sistem otomatisasi kantor (office automation system)
·
sistem pintar (expert system) .
Apa Itu Sistem
Informasi Manajemen?
Informasi
adalah sesuatu yang teramat penting dan berharga dalam sebuah organisasi dewasa
ini. Informasi yang akurat dan cepat dapat sangat membantu tumbuh kembangnya
sebuah organisasi, maka dari itu, pengelolaan informasi dipandang penting demi
kelancaran sebuah pekerjaan dan untuk menganalisa perkembangan dari pekerjaan
itu sendiri. Itulah sebabnya muncul apa yang dikenal dengan Sistim
Informasi Manajemen.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang
sejak tahun 1960an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM
didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk
mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi.
SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem
Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. SIM
menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan
berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi
dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita
yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan
diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.
Baskerville
dan Myers berargumentasi bahwa SIM sudah saatnya menjadi sebuah disiplin ilmu
secara mandiri. Davis menawarkan konsensus, bahwa setidaknya terdapat lima
aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM :
Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem
informasi, dan seterusnya.
Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan
seterusnya.
Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan
seterusnya.
Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya.
Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan
seterusnya.
Sebagai dasar pengetahuan, Informasi adalah kumpulan dari data-data yang diolah
sehingga menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat. Sedang data adalah
fakta-fakta, angka-angka atau statistik-statistik yang dari padanya dapat
menghasilkan kesimpulan. Kedepannya informasi -informasi yang terkumpul dapat
diolah menjadi sebuah pengetahuan baru.
DATA >> INFORMASI >> PENGETAHUAN
Sistim Informasi Manajemen kini tidak lagi berkembang dalam bidang usaha
saja, tapi sudah digunakan dalam berbagai bidang, dari mulai pendidikan,
kedokteran, indistri, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa Informasi
yang akurat dan cepat dibutuhkan di berbagai bidang.
Ada
banyak teknologi yang mendukung SIM baik secara online atau offline. Tapi dasar
dari aplikasi yang digunakan pada Sistiem Informasi Manajemen adalah aplikasi
databese. sistem ini harus mampu mengolah data yang dikumpulkan pada database
menjadi sebuah produk informasi yang dibutuhkan penggunanya. Sistim ini juga
harus bisa membagi informasi yang diproduksinya menjadi beberapa tingkatan,
sehingga setiap tingkatan hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
Pada
sebuah Instansi, manajemen selalu terlibat dalam serangkaian proses manajerial,
yang pada intinya berkisar pada penentuan: tujuan dan sasaran, perumusan
strategi, perencanaan, penentuan program kerja, pengorganisasian, penggerakan
sumber daya manusia, pemantauan kegiatan operasional, pengawasan, penilaian,
serta penciptaan dan penggunaan sistem umpan balik. Masing-masing tahap dalam
proses tersebut pasti memerlukan berbagai jenis informasi dalam pelaksanaannya.
Penentuan Tujuan dan Sasaran
Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suatu organisasi
dibentuk dan dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Dalam rangka penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka
dibutuhkan informasi-informasi yang dapat memberikan gambaran kasar atau global
tentang kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi, baik secara internal
organisasi itu sendiri maupun pada lingkungan di mana organisasi bergerak.
Informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut secara eksternal dapat mencakup
bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, serta arah perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Secara internal informasi yang diperlukan adalah
tentang produk yang akan dihasilkan dikaitkan dengan kemampuan organisasi dalam
penyediaan dan penguasaan berbagai sarana, prasarana, dana dan sumber daya
manusia.
Perumusan Strategi
Keseluruhan upaya pencapaian tujuan dan berbagai
sasaran organisasi memerlukan strategi yang mantap dan jelas. Salah sat
instrumen ilmiah yanng umum digunakan dalam penentuan strategi organisasi ialah
analisis SWOT, yaitu Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities
(Peluang), dan Threats (Ancaman). Agar analisis SWOT benar-benar ampuh
sebagai instrumen pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi,
diperlukan informasi menngenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang
mungkin dihadapi oleh organisasi tersebut.
Perencanaan
Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan
memerlukan penjabaran melalui penelenggaraan fungsi perencanaan. Karena
perencanaan merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi, perlu
diketahui secepat mungkin berbagai resiko dan faktor-faktor yang dapat menjadi
penyebab kegagalan pelaksanaan tujuan dan strategi organisasi.
Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan adalah 5 W 1 H,
yaitu what(apa), when(kapan), where(di mana), who(siapa), why(mengapa), dan
how(bagaimana).
Penyusunan Program Kerja
Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis
dari rencana kerja jangka waktu menengah. Keenam pertanyaan di atas harus
terjawab dalam penyusunan program kerja dimana ia harus bersifat kuantitatif,
menyatakan secara jela dan konkrit hasil yang diharapkan, standar kinerja
jelas, mutu hasil pekerjaan ditetapkan secara pasti, dan program kerja disusun
sedemikian rincinya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan
kegiatan operasional.
Pengorganisasian
Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok
orang yang terikat secara formal dan hierarkis serta bekerja sama untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi dapat
menjadi wadah dimana sekelompok orang bergabung dan menempati wilayah-wilayah tertentu
untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Organisasi
dapat pula menjadi tempat berinteraksi antar anggota organisasi tersebut maupun
dengan anggota organisasi lainnya.
Tolok
ukur keberhasilan suatu organisasi tidak dilihat secara inkremental dari apa
yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja melainkan dari sudut pandang yang
bersifat holistik dalam arti keberhasilan organisasi secara
keseluruhan.Penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawab fungsional satuan
kerja tertentu memerlukan interaksi, interdependensi dan interrelasi dengan
semua satuan kerja lainnya. Dan tentunya proses seperti ini memerlukan suatu
sistem informasi yang baik.
Penggerakan SDM
Penggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi
yang teramat penting dalam manajemen sekaligus paling sulit.Penggerakan SDM
yang tepat dan efektif memerlukan informasi yang handal. Misalnya, informasi
tentang klasifikasi jabatan, informasi tentang uraian dan analisis
pekerjaan,informasi tentang standar mutu yang diterapkan dalam manajemen, dan
berbagai informasi lainnya yang memungkinkan satuan kerja yang mengelola SDM
dalam organisasi menyelenggarakan berbagai fungsinya dengan baik.
Penyelenggaraan Kegiatan Operasional
Penyelenggaraan kegiatan operasional merupakan bagian
yang sangat penting dari keseluruhan proses manajerial dan bahkan merupakan tes
apakah sebuah organisasi berjalan di atas “rel” yang benar atau tidak. Hal ini
dikarenakan manajemen bersifat situasional dimana penerapan prinsip-prinsip
manajemen harus diterapkan secara universal dengan memperhitungkan faktor
situasi, kondisi, ruang dan waktu.Manajemen juga berorientasi pada hasil
optimal dari segi produk, efisiensi dan efektivitas kerja.Sehingga
penyelenggaraan kegiatan operasional yang baik dan tepat hanya akan terwujud
bila didukung dengan berbagai informasi yang tepat pula.
Pengawasan
Pengawasandiperlukan atas pertimbangan bahwa
penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional memungkinkan terjadi kesalahan
yang berarti dapat berakibat pada tidak terwujudnya tingkat efisiensi,
efektivitas dan produktivitas yang diharapkan. Oleh karena itu, kegiatan
pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang
penyelenggaraan berbagai kegiatan operasionalyang sedang terjadi.
Penilaian
Seperti halnya dalam pengawasan, informasi dalam
proses penilaian juga sangat dibutuhkan. Informasi ini dapat diperoleh melalau
berbagai wawancara, penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak lain yang dianggap
mengetahui pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial, dan
teknik-teknik lainnya yang dipandang perlu dan tepat digunakan.
Sistem Umpan Balik
Semua informasi yang diperoleh—terutama dari hasil
penilaian—diumpanbalikkan kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan
manajerial organisasi, termasuk kepada para pemodal, pemilik saham, manajemen
puncak, para pimpinan satuan usaha, dan lainnya. Hal ini penting dilakukan
supaya manajerial organisasi yang bersangkutan tetap menghasilkan efektivitas,
efisiensi serta produktivitas yang tinggi sehingga tujuan awal organisasi dapat
terwujud secara maksimal.
Penjelasan
di atas membuktikan bahwa informasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu
organisasi. Untuk membangun informasi yang handal dibutuhkan Sistem Informasi
Manajemen (SIM) yang mampu menampung dan mengolah data serta menghasilkan
informasi yang tepat dan akurat setiap saat. Tanpa dukungan SIM yang tangguh,
maka akan sulit organisasi yang baik akan terwujud, karena SIM menolong
lembaga-lembaga bidang apapun dalam mengintegrasikan data, mempercepat dan
mensistematisasikan pengolahan data, meningkatkan kualitas informasi, mendorong
terciptanya layanan-layanan baru, meningkatkan kontrol, meng-otomatisasi-kan
sebagian pekerjaan rutin, menyederhanakan alur registrasi atau proses keuangan,
dan lain sebagainya.
sumber :
id.wikipedia.org
PENGERTIAN MANAJEMEN INFORMASI
Manajemen
informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari,
menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait
dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan
dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
Sistem
·
Sistem adalah suatu cara yg ditetapkan
sebelumnya utk menjalankan suatu aktivitas atau seperangkat aktivitas yg
biasanya dilakukan secara berulangkali
·
Karakteristik Sistem:
o Ritmik
o Terkoordinasi
o Untuk mencapai tujuan tertentu
·
Banyak tindakan mgt yang tidak
sistematik (pertimbangan terbaik)
o Jika seluruh sistem menjamin tindakan yang benar à tidak diperlukan manajer
manusia
Sistem
Informasi Manajemen
sebuah
sistem yang menyangkut metoda dan upaya terorganisasi dalam melakukan fungsi
pengumpulan data (baik data-dataa dari dalam dan luar perusahaan) serta dengan
menggunakan komputer data-data yang telah dikumpulkan tadi diproses untuk
menghasilkan dan menyajikan informasi yang terkini, akurat dan cepat bagi para
pengambil keputusan manajemen.
Komponen
dalam Sistem Informasi Manajemen
·
sistem pemrosesan data (data processing system)
·
sistem pelaporan manajemen (management reporting system)
·
sistem pendukung keputusan (decision support system)
·
sistem otomatisasi kantor (office automation system)
·
sistem pintar (expert system) .
Apa Itu Sistem
Informasi Manajemen?
Informasi
adalah sesuatu yang teramat penting dan berharga dalam sebuah organisasi dewasa
ini. Informasi yang akurat dan cepat dapat sangat membantu tumbuh kembangnya
sebuah organisasi, maka dari itu, pengelolaan informasi dipandang penting demi
kelancaran sebuah pekerjaan dan untuk menganalisa perkembangan dari pekerjaan
itu sendiri. Itulah sebabnya muncul apa yang dikenal dengan Sistim
Informasi Manajemen.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.
Baskerville
dan Myers berargumentasi bahwa SIM sudah saatnya menjadi sebuah disiplin ilmu
secara mandiri. Davis menawarkan konsensus, bahwa setidaknya terdapat lima
aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM :
Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem informasi, dan seterusnya.
Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan seterusnya.
Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan seterusnya.
Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya.
Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan seterusnya.
Sebagai dasar pengetahuan, Informasi adalah kumpulan dari data-data yang diolah sehingga menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat. Sedang data adalah fakta-fakta, angka-angka atau statistik-statistik yang dari padanya dapat menghasilkan kesimpulan. Kedepannya informasi -informasi yang terkumpul dapat diolah menjadi sebuah pengetahuan baru.
Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem informasi, dan seterusnya.
Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan seterusnya.
Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan seterusnya.
Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya.
Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan seterusnya.
Sebagai dasar pengetahuan, Informasi adalah kumpulan dari data-data yang diolah sehingga menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat. Sedang data adalah fakta-fakta, angka-angka atau statistik-statistik yang dari padanya dapat menghasilkan kesimpulan. Kedepannya informasi -informasi yang terkumpul dapat diolah menjadi sebuah pengetahuan baru.
DATA >> INFORMASI >> PENGETAHUAN
Sistim Informasi Manajemen kini tidak lagi berkembang dalam bidang usaha
saja, tapi sudah digunakan dalam berbagai bidang, dari mulai pendidikan,
kedokteran, indistri, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa Informasi
yang akurat dan cepat dibutuhkan di berbagai bidang.
Ada
banyak teknologi yang mendukung SIM baik secara online atau offline. Tapi dasar
dari aplikasi yang digunakan pada Sistiem Informasi Manajemen adalah aplikasi
databese. sistem ini harus mampu mengolah data yang dikumpulkan pada database
menjadi sebuah produk informasi yang dibutuhkan penggunanya. Sistim ini juga
harus bisa membagi informasi yang diproduksinya menjadi beberapa tingkatan,
sehingga setiap tingkatan hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
Pada
sebuah Instansi, manajemen selalu terlibat dalam serangkaian proses manajerial,
yang pada intinya berkisar pada penentuan: tujuan dan sasaran, perumusan
strategi, perencanaan, penentuan program kerja, pengorganisasian, penggerakan
sumber daya manusia, pemantauan kegiatan operasional, pengawasan, penilaian,
serta penciptaan dan penggunaan sistem umpan balik. Masing-masing tahap dalam
proses tersebut pasti memerlukan berbagai jenis informasi dalam pelaksanaannya.
Penentuan Tujuan dan Sasaran
Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suatu organisasi dibentuk dan dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam rangka penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka dibutuhkan informasi-informasi yang dapat memberikan gambaran kasar atau global tentang kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi, baik secara internal organisasi itu sendiri maupun pada lingkungan di mana organisasi bergerak. Informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut secara eksternal dapat mencakup bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, serta arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara internal informasi yang diperlukan adalah tentang produk yang akan dihasilkan dikaitkan dengan kemampuan organisasi dalam penyediaan dan penguasaan berbagai sarana, prasarana, dana dan sumber daya manusia.
Perumusan Strategi
Keseluruhan upaya pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi memerlukan strategi yang mantap dan jelas. Salah sat instrumen ilmiah yanng umum digunakan dalam penentuan strategi organisasi ialah analisis SWOT, yaitu Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman). Agar analisis SWOT benar-benar ampuh sebagai instrumen pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi, diperlukan informasi menngenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi oleh organisasi tersebut.
Perencanaan
Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui penelenggaraan fungsi perencanaan. Karena perencanaan merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi, perlu diketahui secepat mungkin berbagai resiko dan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan pelaksanaan tujuan dan strategi organisasi. Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan adalah 5 W 1 H, yaitu what(apa), when(kapan), where(di mana), who(siapa), why(mengapa), dan how(bagaimana).
Penyusunan Program Kerja
Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis dari rencana kerja jangka waktu menengah. Keenam pertanyaan di atas harus terjawab dalam penyusunan program kerja dimana ia harus bersifat kuantitatif, menyatakan secara jela dan konkrit hasil yang diharapkan, standar kinerja jelas, mutu hasil pekerjaan ditetapkan secara pasti, dan program kerja disusun sedemikian rincinya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan operasional.
Pengorganisasian
Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang terikat secara formal dan hierarkis serta bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi dapat menjadi wadah dimana sekelompok orang bergabung dan menempati wilayah-wilayah tertentu untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Organisasi dapat pula menjadi tempat berinteraksi antar anggota organisasi tersebut maupun dengan anggota organisasi lainnya.
Tolok
ukur keberhasilan suatu organisasi tidak dilihat secara inkremental dari apa
yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja melainkan dari sudut pandang yang
bersifat holistik dalam arti keberhasilan organisasi secara
keseluruhan.Penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawab fungsional satuan
kerja tertentu memerlukan interaksi, interdependensi dan interrelasi dengan
semua satuan kerja lainnya. Dan tentunya proses seperti ini memerlukan suatu
sistem informasi yang baik.
Penggerakan SDM
Penggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi yang teramat penting dalam manajemen sekaligus paling sulit.Penggerakan SDM yang tepat dan efektif memerlukan informasi yang handal. Misalnya, informasi tentang klasifikasi jabatan, informasi tentang uraian dan analisis pekerjaan,informasi tentang standar mutu yang diterapkan dalam manajemen, dan berbagai informasi lainnya yang memungkinkan satuan kerja yang mengelola SDM dalam organisasi menyelenggarakan berbagai fungsinya dengan baik.
Penyelenggaraan Kegiatan Operasional
Penyelenggaraan kegiatan operasional merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses manajerial dan bahkan merupakan tes apakah sebuah organisasi berjalan di atas “rel” yang benar atau tidak. Hal ini dikarenakan manajemen bersifat situasional dimana penerapan prinsip-prinsip manajemen harus diterapkan secara universal dengan memperhitungkan faktor situasi, kondisi, ruang dan waktu.Manajemen juga berorientasi pada hasil optimal dari segi produk, efisiensi dan efektivitas kerja.Sehingga penyelenggaraan kegiatan operasional yang baik dan tepat hanya akan terwujud bila didukung dengan berbagai informasi yang tepat pula.
Pengawasan
Pengawasandiperlukan atas pertimbangan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional memungkinkan terjadi kesalahan yang berarti dapat berakibat pada tidak terwujudnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang diharapkan. Oleh karena itu, kegiatan pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang penyelenggaraan berbagai kegiatan operasionalyang sedang terjadi.
Penilaian
Seperti halnya dalam pengawasan, informasi dalam proses penilaian juga sangat dibutuhkan. Informasi ini dapat diperoleh melalau berbagai wawancara, penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial, dan teknik-teknik lainnya yang dipandang perlu dan tepat digunakan.
Sistem Umpan Balik
Semua informasi yang diperoleh—terutama dari hasil penilaian—diumpanbalikkan kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan manajerial organisasi, termasuk kepada para pemodal, pemilik saham, manajemen puncak, para pimpinan satuan usaha, dan lainnya. Hal ini penting dilakukan supaya manajerial organisasi yang bersangkutan tetap menghasilkan efektivitas, efisiensi serta produktivitas yang tinggi sehingga tujuan awal organisasi dapat terwujud secara maksimal.
Penjelasan
di atas membuktikan bahwa informasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu
organisasi. Untuk membangun informasi yang handal dibutuhkan Sistem Informasi
Manajemen (SIM) yang mampu menampung dan mengolah data serta menghasilkan
informasi yang tepat dan akurat setiap saat. Tanpa dukungan SIM yang tangguh,
maka akan sulit organisasi yang baik akan terwujud, karena SIM menolong
lembaga-lembaga bidang apapun dalam mengintegrasikan data, mempercepat dan
mensistematisasikan pengolahan data, meningkatkan kualitas informasi, mendorong
terciptanya layanan-layanan baru, meningkatkan kontrol, meng-otomatisasi-kan
sebagian pekerjaan rutin, menyederhanakan alur registrasi atau proses keuangan,
dan lain sebagainya.
sumber :
id.wikipedia.org
Komentar
Posting Komentar